=====UNDUH MASTER APLIKASI P K G di sini atau di sini=====

Selasa, 09 Oktober 2012

Pusaka Hasta Brata

Isi Ilmu Hastha Brata adalah peneladanan terhadap 8 anasir alam. Jika ditelaah lebih jauh, Ilmu Hastha Brata mengandung dua makna penting. pertama, keteladanan seorang pemimpin yang adil dan bijaksana sehingga namanya harum di mata rakyat.Kedua, dengan meneladani delapan perwatakan alam mengantarkan seorang pemimpin pada pendalaman wilayah spiritual-religius. Sebab, alam semesta sebenarnya merupakan ayat-ayat Tuhan yang tersirat. Keduanya tidak bertabrakan, melainkan berjalan secara selaras dan harmonis.

Dalam wacana falsafah pewayangan Jawa dikenal suatu konsepsi Ilmu Luhur yang menjadi prinsip dasar kepemimpinan masyarakat  Jawa. Yakni ilmu “Hasta Brata” atau dikenal pula sebagai Wahyu Makutha Rama yang diterima Raden Arjuna setelah menjalani “laku” prihatin dengan cara tapa brata dan tarak brata (Baca : Serat Laksita Jati).  Hasta berarti delapan, brata adalah “laku” atau jalan spiritual/rohani. Hasta Brata maknanya adalah delapan “laku” yang harus ditempuh seseorang bila sedang menjalankan tampuk kepemimpinan. Kedelapan “laku” sebagai personifikasi delapan unsur alamiah yang dijadikan panutan watak (watak wantun) seorang pemimpin. Kedelapan unsur tersebut meliputi delapan karakter unsur-unsur alam yakni : bumi, langit, angin, samudra-air, rembulan, matahari, api, dan bintang.
Bila seorang pemimpin bersedia mengadopsi  8 karakter unsur alamiah tersebut, maka ia akan menjadi pemimpin atau raja yang adil, jujur, berwibawa, arif dan bijaksana. Hal ini berlaku pula untuk masyarakat luas, bilamana seseorang dapat mengadopsi ilmu Hasta Brata ia akan menjadi seseorang yang hambeg utama, berwatak mulia, luhur budi pekertinya.

PUSAKA HASTA BRATA (Wahyu Makutha Rama)
Hasta Brata, atau Wahyu Makutha Rama merupakan sebuah ilmu yang termasuk bukan ilmu sembarangan. Artinya memiliki makna yang sangat tinggi yang terkandung di dalam prinsip-prinsip hukum alamiah di dalamnya. Dalam cerita pewayangan wahyu Makutha Rama atau dikenal pula sebagai ilmu Hasta Brata pernah berhasil sukses menghantarkan dua tokoh atau dua orang raja besar titisan Bathara Wisnu, yakni Sri Rama Wijaya duduk sebagai raja di kerajaan Ayodya, dan Sri Bathara Kresna adalah raja yang bertahta di kerajaan Dwarawati. Selanjutnya diceritakan Sri Bathara Kresna membuka rahasia ilmu Hasta Brata kepada Raden Arjuna Wiwaha, sebagai saudara penengah di antara Pendawa Lima. Dikatakan bahwa anasir ke-delapan unsur alam semesta tersebut dapat menjadi teladan perilaku sehari-hari dalam pergaulan masyarakat terlebih lagi dalam rangka memimpin negara dan bangsa. Inilah antara lain sebagaimana yang saya maksudkan dengan sinergi dan harmonisasi antara jagad kecil dengan jagad besar.
Kedelapan unsur alam semesta tersebut menggambarkan pula 8 Dewa beserta sifat-sifatnya, seperti di bawah ini ;
1.      Mulat Laku Jantraning Bantala (Bumi ; Bethara Wisnu)
2.      Mulat Laku Jantraning Surya (Matahari ; Bethara Surya)
3.      Mulat Laku Jantraning Kartika (Bintang ; Bethara Ismaya)
4.      Mulat Laku Jantraning Candra (Rembulan ; Bethari Ratih)
5.      Mulat Laku Jantraning Samodra atau Tirta (Bathara Baruna)
6.      Mulat Laku Jantraning Akasa (Langit ; Bathara Indra)
7.      Mulat Laku Jantraning Maruta (Angin ; Bathara Bayu)
8.      Mulat Laku Jantraning Agni (Api ; Bethara Brahma)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Next Prev
Ismail Wiroprojo