Sebenarnya
intinya sederhana saja. “Yang waras ngalah”.
Tetapi ya jelas
tidak gampang. Kita punya telinga mendengar yang tidak enak, mulut jadi gatal
untuk mendebat atau memaki-maki.
Ternyata kalau
kita kembali ke “Mulutmu harimau kamu” maupun “Berbicara peliharalah
lidah, berjalan peliharalah kaki”, mengendalikan mulut ternyata amat sulit.




